Peraturan Umum Menyewakan Rumah


Menyewakan rumah


Sewa-menyewa merupakan sebuah perjanjian dengan pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang kedua, selama waktu tertentu dengan harga yang telah disepakati dan disanggupi. Kewajiban bagi seseorang yang menyewakan properti adalah menyerahkan properti yang disewakan kepada penyewa serta memberikan ketenteraman kepada si penyewa rumah. kewajiban yang harus diperhatikan oleh penyewa adalah menggunakan barang yang disewa dengan sebaik mungkin serta dengan tujuan yang diberikan kepada barang itu menurut isi perjanjian sewa yang ada dalam surat perjanjian, penyewa membayar harga sewa pada waktu yang telah ditentukan, mengembalikan barang pada akhir masa sewa dalam keadaan seperti semula tanpa adanya kekurangan, membayar rekening listrik seperti semula, air telepon telah dibayarkan pada bulan telah disepakati, dan iuran kebersihan wajib perumahan selama menempati properti yang telah disewa hingga masa waktu sewa berakhir.

Dasar hukum


Perlu kamu ketahui, sebenarnya sewa-menyewa rumah yang ada di Indonesia sudah ada dasar hukum yang mengaturnya. Peraturan hukum yang berkaitan dengan persewaan rumah telah tercantum pada dasar hukum yang ada di Indonesia. Diantara Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 1963 mengenai Hubungan Sewa-Menyewa Perumahan, Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 417/KPTS/1985 mengenai Penetapan Sewa untuk Rumah. Sementara itu, peraturan terbaru mengenai Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1994 mengenai Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik. Peraturan ini adalah peraturan pelaksanaan No 4 tahun 1992 tentang Perumahan Permukiman. PP No. 4/1994 telah berlaku secara efektif sejak 10 Maret 1995 dan menjadi sebuah acuan yuridis yang mengikat bagi kedua belah pihak yang terlibat dalam sewa- menyewa properti.

Ketentuan sewa menyewa


Tentang peraturan presiden No. 44/1994 mengenai Penghuniaan Rumah oleh Bukan Pemilik, beberapa hal yang harus menjadi ketentuan sewa-menyewa rumah, yakni menghuni rumah dengan cara sewa-menyewa berdasarkan kepada perjanjian secara tertulis antara pemilik dan penyewa. Isi perjanjian sewa-menyewa mencantumkan ke tentuan hak dan kewajiban, batas jangka waktu sewa, dan besarnya biaya sewa.

Hal yang perlu diperhatikan bagi penyewa rumah adalah dilarang menyewakan kembali hak penghunian atas rumah yang disewakan kepada pihak ketiga tanpa izin tertulis dari pemilik rumah yang disewakan. Penyewa dilarang mengubah bentuk rumah tanpa izin tertulis dari pemilik.

Penyewa harus menaati berakhirnya batas waktu yang telah ditentukan dalam isi perjanjian antara sewa-menyewa. Besarnya harga sewa rumah berdasarkan kesepakatan antara pemilik dengan penyewa rumah. Semua hubungan sewa- menyewa yang telah ada berdasarkan perjanjian secara tertulis dan tidak tertulis dengan menetapkan batas waktu yang telah disepakati. Jika penyewa ingin memperpanjang sewa rumah maka harus mengikuti prosedur dan tatacara penyewaan kembali. Mungkin saja untuk penyewaan kembali adanya diskon yang diberikan oleh pemilik sewa.

Hak dan kewajiban pemilik rumah sewa yang harus dilaksanakan


  1. pemilik sewa rumah berhak menerima uang dari penyewa sesuai dengan kesepakatan sebelumnya
  2. pemilik rumah wajib menyerahkan rumah kepada penyewa dalam keadaan baik dan siap huni.

Hak dan kewajiban penyewa rumah


  1. Penyewa berhak menempati rumah sesuai dengan keadaan yang telah disetujui sebelumnya
  2. Penyewa wajib memelihara rumah yang disewa dengan baik dan benar
  3. Penyewa wajib memenuhi kewajiban yang ada dalam perjanjian
  4. Apabila dalam jangka waktu telah berakhir. Penyewa rumah wajib mengembalikan rumah sesuai dengan ketentuan yang telah di sepakati
  5. Penyewa wajib menaati berakhirnya batas waktu sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan.

0 Comments