Perpajakan yang harus investor kenali

kliksepatu


Kios mall disewakan atau dipakai sendiri baiknya?


Terdapat beberapa tujuan jika kamu membeli kios di mall, berikut ini adalah tujuan apa saja yang mungkin dapat membantu kamu yang ingin melakukan investasi jangka panjang.

1. Dijual kembali


Biasanya pembeli merupakan seorang investor yang sudah terbiasa membeli kios atau ruko. Kamu mencari lokasi yang cukup strategis untuk mengembangkan investasinya. Biasanya kamu membeli kios pada awal bangunan untuk mendapatkan gain yang cukup besar setelah pengembang menaikkan harga kiosnya. Dalam hal ini investor dapat mengandalkan keramaian pengunjung ke mal yang kamu jadi tujuan. Ramainya sebuah pengunjung di mal dapat berbanding pada kenaikan harga kios tersebut.

2. Disewakan kembali


Pembeli untuk tipe yang satu ini tidak terlalu berbeda dengan tipe dijual kembali, yaitu mencari keuntungan dari nilai sewa setiap kiosnya.


3. Dipakai sendiri


Biasanya pada tipe dipakai sendiri ini berniat untuk melakukan perniagaan atau berjualan di mal tersebut. Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan kebutuhan dari pasar dan produk yang kamu jual.

Dapat dilihat dari ketiga karakter diatas tipe pembeli diatas dari masaing-masing berharap untuk mendapatkan gain dari pembangunan mal tersebut. Jadi kamu termasuk tujuan yang mana?

Perpajakan yang harus investor kenali


Pajak mengenai rumah sudah diatur dalam perundang-undangan mengenai perpajakan di Indonesia. Namun, masih banyak kalangan yang menganggap remeh perpajakan ini. Mengingat sistem pajak di indonesia adalah berdasarkan kesadaran dari pe milik rumah itu dan hanya membayar, menyetorkan, dan me laporkan pajaknya, banyak investasi properti seperti tanah warisan dan bangunan pada zaman dahulu, misalnya pada zaman Belanda yang tidak membayar dan melaporkan pajaknya karena bakalan terikat dengan denda yang jumlah lebih besar karena sudah menunggak setiap tahunnya, daripada jika membayar secara teratur setiap tahunnya. Maka bagi kamu yang menggeluti dunia investasi properti harus juga waspada terhadap hal ini. Terdapat tiga kewajiban pajak penting yang kamu harus sadari setiap pemiliknya, yakni pajak bumi dan bangunan atau PBB, pajak penghasilan atau PPh, dan ba perolehan atas tanah dan bangunan.

Pajak bumi dan bangunan atau PBB


Tentang pajak bumi serta bangunan ini ditetapkan dalam Undang-Undang No 12 Tahun 1985. Menurut Undang-Undang ini subjek yang dapat dikenai pajak, antara lain pemilik tanah serta bangunan, penghuni rumah dinas atau instansi, serta penyewa bangunan.

Objek pajak


Objek pajak meruapakan penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomi yang diterima maka wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia atau dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan bagi pemilik.

Tatacara penilaian pajak


Berdasarkan data objek PBB yang telah dihimpun berupa surat pemberitahuan tentang objek pajak (SPOP) Kantor Pelayanan PBB di wilayah kerja pada saat objek PBB tersebut berada mengadakan penilaian serta penetapan mengenai penertiban SPPT-PBB.

Penilaian objek tentang PBB berkenaan dengan penilaian objek tanah serta bangunan dengan penjelasan. Penilaian tanah atau objek tanah dilakukan dengan cara menentukan harga dari tanah berdasarkan terhadap transaksi jual beli tanah yang terjadi pada wilayah tersebut dengan mengambil harga jual rata-rata pasar yang ada.

Penilaian objek bengunan, dapat dilakukan dengan cara menilai konstruksi bangunan mengenai konstruksi landasan, dinding, dan atap, ketika dalam penilaiannya dapat diperhatikan dari segi kualitas material dan luas bangunan yang ada. Sementara itu, dalam penilaian terhadap konstruksi bangunan juga menilai pagar serta taman yang dapat dinilai mewah serta diaplikasikan yang merupakan satu ke satuan dengan bangunan yang ada. Untuk penilaian mengenai konstruksi bangunan memiliki cara-cara penilaiaan tersendiri, pada saat akhir penilaian tersebut akan merupakan klasifikasi suatu bangunan yang akan dicantumkan berdasarkan SPOP sebagai bahan penetapan dalam PBB.

0 Comments