Status Antara Konsumen dan Bisnis

kliksepatu.net

Status Antara Konsumen dan Bisnis


Saat menulis buku tentang layanan konsumen (101 Strategi Jitu: Benar-benar Memuaskan Konsumen Kamu), penulis menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan status yang rumit antara konsumen dan bisnis dalam rangka menyederhanakan aspek-aspek kunci yang terlibat dalam status ini. Membangun status dengan konsumen untuk memastikan agar orang lain terus kembali adalah kunci membangun bisnis yang sukses, dan berikut adalah tiga syarat penulis dalam membangun status yang luar biasa:

  1. Ketahui apa saja harapan konsumen Kamu.
  2. Penuhi harapan tersebut tanpa gagal.
  3. Jika memungkinkan, lampaui harapan tersebut.

Hal yang mengejutkan penulis adalah kesadaran bahwa hampir semua status tidak hanya antara pemilik bisnis dan konsumen bisa diarahkan untuk sukses dengan mengikuti pedoman yang sama. Langkah kuncinya adalah syarat yang pertama mengetahui apa saja harapan orang lain. Jika kita tidak mengetahui apa yang diharapkan orang dari kita, bagaimana mungkin kita bisa memberikannya kepada orang lain? Biasanya kita mengantisipasi, menebak, dan mengira-ngira apa harapan orang lain, tapi ini tidak lebih dari mencoba-coba. Kadang tebakan kita benar, tapi lebih sering salahnya.

Penulis sangat yakin akan manfaat dari menggunakan waktu untuk benar-benar mengklarifikasi harapan semua orang yang berstatus dengan penulis. Pada sebagian besar waktu, ini juga memberikan penulis kesempatan untuk mengklarifikasi harapan penulis (bagaimanapun juga, status ini berlaku dua arah). Penyebab terbesar rusaknya status adalah kesalahpahaman, biasanya akibat tidak mengklarifikasi apa yang diharapkan oleh orang yang terlibat dalam status atau interaksi tersebut.

Sebagai contoh, saat penulis memutuskan untuk bekerja sama dengan pemasok baru, penulis duduk bersama orang lain, menjelaskan apa yang penulis harapkan dari orang lain dalam hal kendali kualitas, mematuhi jangka waktu, waktu yang diperlukan untuk menjawab permintaan harga, dan hal-hal lain yang berkaitan. Pada saat yang sama, penulis juga dengan jelas menunjukkan apa yang akan dilakukan oleh pihak kami menyangkut pembayaran, mengajukan pesanan, mencapai kuota penjualan, dan sebagainya. Kemudian penulis menegaskan kembali apa yang telah kami sepakati dalam status sehingga tidak ada ruang untuk kesalahpahaman. Dari sini, yang perlu kita lakukan hanyalah memenuhi harapan masing-masing, maka status itu akan baik-baik saja. Bahkan jika ada kesalahan kecil yang kadang muncul, tidak ada pihak dirugikan asalkan kedua pihak mengomunikasikannya secara terbuka dan insiden ini lebih merupakan suatu pengecualian daripada sesuatu yang dianggap wajar.

Apa yang bisa penulis lakukan hari ini?

Apakah Kamu mengutarakan apa saja harapan Kamu dalam suatu status? Apakah Kamu tahu apa sebenarnya harapan-harapan Kamu? Mulai hari ini, luangkan waktu untuk mengklarifikasi apa yang Kamu harapkan dalam sebuah status dan apa yang akan Kamu berikan sebagai balasannya. Petunjuk yang tampaknya sederhana ini bisa diterapkan dalam semua jenis status dalam hidup Kamu.

0 Comments